Suara hidupku

Kupandang langit dikegelapan..

Mengharap bayangan dalam kehampaan

Terurai dalam kiasan

Mengusik sunyi dalam lamunan

Harapan hidup bak merangkul wahana

Nyanyian cinta terbias ditiap kata

Yang terungkap begitu mendamba

Layaknya kalam melukis dunia

Hatiku adalah cermin retak yg meminta dipandang

Aku bak sebatang kayu rapuh yg berharap tak terbuang

Jiwa ini bukanlah mutiara mahkota hati

Jasad ini hanyalah sebatang korek api yang kan terbakar lalu mati

Ragaku bukanlah emas yg selalu mamancarkan keindahan

Batinku bukanlah jati yang berdiri tegak menjulang

Aku adalah bunga mawar yg tertanam

Menampakan keindahan dikejauhan

Menebar keharuman ditiap keadaan

Namun memberi duri yang menyakitkan

Jika kau menyadari akan kebenaran

Kau kan melupakan aku yang hanya bayangan

Melepaskan diri dari genggaman

Dan membuang aku hingga hilang dari mimpi menakutkan

Begitu banyak kata dan pertanyaan

Yang tersembunyi dibalik kebohongan

Harapan hampa kutebarkan seiring waktu

Demi kebahagiaan hati yg selalu diisi kesunyian

Sadarilah wahai kau yang pernah kuhampiri

Tipu dayaku telah masuk merasuki

Menutupi sadarmu tuk berpikir kembali

Meracuni akal sehatmu membutakan hati

Sedikit waktu tuk berbenah

Gunakan dan segera manfaatkanlah

Beranjaklah sebelum terlalu dalam kau terjerumus

Dari mimpi buruk yang membius

Semua ini hanyalah harapan semu

Yang terhias dalam kehidupan mayamu

Membawa keterpurukan bagi masa depanmu

Menghacurkan harapan kemudian berlalu

Hidupku dipenuhi mistery..

Menebarkan mimpi juga ilusi

Membuyarkan harapan yg telah tersusun rapi

Menyesatkan jiwa yang sedang sunyi.

Aku adalah pujangga sepi

Yang merindukan langit tinggi menghempas bumi

Dan membiarkan angin membelai wajahku yang sunyi

Lalu aku akan bernyanyi tentang mimpi yang begitu dalam ini....

Kumohon kepada yang pernah kuhampiri hatinya..

Segeralah jauhkan hatimu dari hatiku

Buanglah impian tentangku

Lakukanlah sebelum kian kau rasakan

Demi kebaikan yang sedang menunggu

Dan kebahagiaan dimasa mendatang

Aku sadari semua…

Pemberian maaf tak pantas diberikan padaku

Perhatian tak layak kuterima

Sudah terlalu besar kesalahan bertumpuk

Amarah dan cercaan terasa kurang tuk membalasku

Pasrah diri kumenerima dengan lapang

Membentang jiwa menerima yang kan terjadi

Pada-NYA kan kembali diri ini

Yang selalu berselimut sunyi beralas sepi


Tidak ada komentar: