Do'a basmallah

do'a ini dikenal juga dengan sebutan basmallah 7, meski kandungan didalamnya memiliki 9 basmallah.
do'a ini diamalkan menjelang pagi dan sore hari, tepatnya disaat matahari memerah, ba'da Subuh dan ba'da Ashar.



بسْم الله الرّحمٰن الرّحيْم

٠١بِسْمِ اللهِ يَابُنَاتًبَارَكَ خِطَائُنَا يٓسٓ سَكْفُنَا كٓهٓيٓعٓصٓ كِفَايَاتُنَا حٓمٓ عٓسٓقٓ حِمَايَاتُنَا فَسَيَكْفِي كَهُمُ الله وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْم

٠٢بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ شيِّدُنَا مُحَمَّدٌُ الرَّسُوْلُ الله صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَالسَّلًمْ

٠٣بِسْمِ اللهِ عَلَىٓ كُلِّ شَيْعٍِ قَضِيْر

٠٤بِسْمِ اللهِ عَلَىٓ دِيْنِ وَنَفْسِي

٠٥بٍسْمِ اللهِ عَلَى وَلَدِىوَأَهْلِى وَمَالِي

٠٦بِسْمِ اللهِ خَيْرِالأسْمَاءٓ

٠٧بِسْمِ اللهِ رَبِّ الأرْضِ وَالسَّمَآءٓ

٠٨بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَيَضُرُّمَعَ السْمِهِ دَأءٓ

٠٩بِسْمِ اللهِ إفْتَحْتُ وَعَلَى الله تَوَكَّلْتُ لاَقُوَّتَ إلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَضِيْم



Maap sebelumnya, saya hanya berusaha berbagi,

Mohon diberitahukan segera bila ada kesalahan kalimat dalam do'a tersebut
Dan bila ada yg kurang berkenan segera sampaikan kealamat dibawah ini:

ress_phattoemp@yahoo.co.id
m.ress44@yahoo.com
raes.ys7@gmail.com

Rahasia Jodoh

Berpasangan engkau telah diciptakan
Dan selamanya engkau akan berpasangan

Bergandingan tanganlah dikau

Hingga sayap-sayap panjang nan lebar lebur dalam nyala


Dalam ikatan agung menyatu kalian
Saling menataplah dalam keharmonian

Dan bukanlah hanya saling menatap ke depan

Tapi bagaimana melangkah ke tujuan semula

Berpasangan engkau dalam mengurai kebersamaan
Kerana tidak ada yang benar-benar mampu hidup bersendirian

Bahkan keindahan syurga tak mampu menghapus kesepian Adam

Berpasangan engkau dalam menghimpun rahmat Tuhan
Bahkan bersama pula dalam menikmatinya


Kerana alam dan kurniaan Tuhan
Terlampau luas untuk dinikmati sendirian

Bersamalah engkau dalam setiap keadaan

Kerana kebahagiaan tersedia..

Bagi mereka yang menangis

Bagi mereka yang disakiti hatinya

Bagi mereka yang mencari

Bagi mereka yang mencoba

Dan bagi mereka yang mampu memahami arti hidup bersama


Kerana mereka itulah yang menghargai

Pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan

Bersamalah dikau sampai sayap-sayap sang maut meliputimu

Bahkan bersama pula kalian dalam musim sunyi


Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu

Tempat angin syurga menari-nari diantara bahtera sakinahmu

Berkasih-kasihlah namun jangan membelenggu cinta

Biarkan cinta mengalir dalam setiap titisan darah


Bagai mata air kehidupan
Yang gemerciknya senantiasa menghidupi pantai kedua jiwa

Saling isilah minumanmu
Tapi jangan minum dari satu piala

Saling berbagiilah rotimu

Tapi jangan makan dari pinggan yang sama


Menyanyilah dan menarilah bersama

Dalam suka maupun duka

Biarkan masing-masing menghayati waktu

Masing-masing dawai biola punya kehidupan

Walau lagu yang sama sedang menggetarkan
Sebab itulah simfoni kehidupan


Berikan hatimu Namun jangan saling menguasai
Karena itu hanya mencintai pantulan diri sendiri

Yang kalian temukan dalam dia

Hanya tangan kehidupan yang akan mampu merangkul


Tegaklah berjajar
Namun jangan terlampau dekat
Bukankah tiang-tiang candi tidak dibina terlalu rapat

Dan pohon jati serta pohon cemara

Tidak tumbuh dalam bayangan memudar

Bangsa kasihan!!



Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya
Memakan roti dari gandum yang tidak dituainya
Dan meminum anggur yang tidak diperasnya

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan
Dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur
Sementara menyerah padanya ketika bangun

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara
Kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan
Tidak sesumbar kecuali di runtuhan
Dan tidak memberontak kecuali lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala
Falsafahnya karung nasi
Dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
Dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian
Hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu
Menghitung tahun-tahun berlalu
Dan orang kuatnya masih dalam gendongan

Kasihan bangsa yang berpecah-belah
Dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa


NYANYIAN HUJAN


Glitter Graphics


Aku ini percikan benang-benang perak
Yang dihamburkan dari syurga oleh dewa-dewa
Alam raya kemudian meraupku
Guna menyirami ladang dan lembah

Aku ini taburan mutiara

Yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar
Oleh sang puteri Fajar
Untuk menghiasi taman-taman mayapada

Pabila kuurai air mata

Bukit-bukit kan tertawa

Pabila aku meniup rendah
Bunga-bunga bergembira

Dan bila aku menunduk
Segalanya cerah-ceria.

Ladang dan awan mega berkasih-mesra
Di antara mereka aku pembawa amanat setia
Yang satu kulepas dari dahaga
Yang lain kuobati dari luka.

Suara guruh mengkhabarkan kedatanganku
Pelangi di langit menghantar pemergianku
Bagai kehidupan duniawi..
Diriku dimulakan pada kaki kekuatan alam
Dan diakhiri di bawah sayap kematian

Aku muncul dari dalam jantung samudera
Melayang tinggi bersama pawana
Pabila kulihat ladang memerlukan
Aku kan turun...
Kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan

Dalam berjuta cara.

Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca
Dan berita yang kubawa membawa bahagia
Semua orang dapat mendengar
Namun hanya yang peka
Dapat memahami makna

Panas udara melahirkanku
Namun sebagai balasannya aku membunuhnya
Laksana wanita yang mengungguli jejaka
Dengan kekuatan yang dihisap daripadanya.

Diriku helaan nafas samudera
Gelak tertawa padang ladang
Dan cucuran air mata dari syurga

Maka..
Disertai cinta kasih

Dihela dari kedalaman laut kasih-sayang
Tertawa ria dari rona padang jiwa
Air mata dari kenangan syurga abadi.


Nyanyian Sukma



Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata sebuah lagu
Yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulitku

Ia meneguk rasa kasihku
Dalam jubah yg tipis kainnya
Dan mengalirkan sayangnya
Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkan
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikan
Dia tersimpan dalam relung sukma
Kerna aku risau dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras

Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak bayangan dalam bayangannya
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.

Lagu itu digubah oleh renungan
Dikumandangkan oleh kesunyian
Disingkiri oleh kebisingan
Dilipat oleh kebenaran

Diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan
Difahami oleh cinta
Disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam

Lagu itu lagu kasih-sayang
'Cain' atau 'Esau' manakah yang mampu membawakannya berkumandang
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati
Suara manakah yang dapat menangkapnya
Kidung tersembunyi bagai rahsia perawan suci
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra
Dengan kicau bening burung malam
Siapa yang berani membandingkan deru alam
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian

Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati
Insan mana yang berani
melagukan kidung suci Tuhan?

Kasih Sayang Dan Persamaan

Sahabat~Q..


Sahabatku yang papa..
Jika engkau mengetahui..
Bahawa kemiskinan yang membuatmu sengsara
Itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan
Dan pengertian tentang Kehidupan
Maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu.

Kusebut pengetahuan tentang Keadilan :
Kerana orang kaya terlalu sibuk mengumpul harta
Untuk mencari pengetahuan.

Dan kusebut pengertian tentang Kehidupan :
Kerana orang yang kuat terlalu berhasrat mengejar kekuatan dan keagungan
Bagi menempuh jalan kebenaran.

Bergembiralah sahabatku yang papa..
Karena engkau merupakan penyambung lidah Keadilan
Dan kitab tentang Kehidupan.

Tenanglah..
Kerana engkau merupakan sumber kebajikan
Bagi mereka yang memerintah terhadapmu
Dan tiang kejujuran..
Bagi mereka yang membimbingmu.

Jika engkau menyadari wahai sahabatku yang papa..
Bahawa malang yang menimpamu dalam hidupmu
Merupakan kekuatan yang menerangi hatimu
Dan membangkitkan jiwamu
Dari teruk ejekan kesinggahsana kehormatan

Maka engkau akan merasa berpuas hati karna pengalamanmu
Dan engkau akan memandangnya sebagai pembimbingmu
Serta membuatmu bijak dalam hidupmu

Kehidupan ialah
Suatu rantai yang tersusun oleh banyak mata rantai yang berlainan
Duka merupakan salah satu mata rantai emas
Antara penyerahan terhadap masa kini dan harapan masa depan
Antara tidur dan jaga

Sahabatku yang papa..
Kemiskinan menyalakan api keagungan jiwa
Sedangkan kemewahan memperlihatkan keburukan
Duka melembutkan perasaan
Dan suka mengubati hati yang luka.

Bila Duka dan kemelaratan dihilangkan..
Jiwa manusia akan menjadi batu tulis yang kosong
Hanya memperlihatkan kemewahan dan kerakusan.

Ingatlah..
Bahwa keimanan itu adalah peribadi sejati Manusia
Tidak dapat ditukar dengan emas
Tidak dapat dikumpul seperti harta kekayaan
Mereka yang mewah sering meminggirkan keimananan
Dan mendakap erat emasnya.

Orang muda sekarang
Janganlah sampai meninggalkan Keimananmu
Hanya mengejar kepuasan diri
Dan kesenangan maya semata

Orang-orang papa yang kusayangi..
Saat bersama isteri dan anak
Sekembalinya dari ladang merupakan waktu yang paling mesra bagi keluarga
sebagai lambang kebahagiaan bagi takdir angkatan yang akan datang.

Tapi hidup orang yang senang bermewahmewahan
Dan suka mengumpulkan emas
Pada hakikatnya seperti hidup cacing di dalam kuburan
Itu menandakan ketakutan

Wahai sahabatku yang papa..
Air mata yang kutangiskan..
Lebih murni daripada tawa ria orang yang ingin melupakan
Dan lebih manis daripada ejekan seorang pencemooh
Air mata ini membersihkan hati dan kuman benci
Dan mengajar manusia ikut merasakan pedihnya hati yang patah.

Benih yang kautaburkan bagi si kaya
Dan akan kau tuai nanti
Akan kembali pada sumbernya
Sesuai dengan Hukum Alam.
Dan dukacita yang kau sandang
Akan dikembalikan menjadi sukacita Oleh kehendak Syurga.

Dan angkatan mendatang akan mempelajari Dukacita
Dan Kemelaratan sebagai pelajaran tentang Kasih Sayang dan Persamaan.

puisi amburadul

Bulan oh Bulan...


wahai bulan..
mengapa kau menghilang
dikala mentari datang.
apakah karena kau tak pernah diundang

wahai bulan..
mengapa kau pergi
disaat menjelang pagi
padahal itu bagus tuk energi

wahai bulan..
begitu setianya dirimu
meski kau tak pernah bertemu
denga sang mentarimu
kau tak pernah jemu menunggu

wahai bulan..
kala purnamamu tiba
kau membuatku gembira
namun aku tak bisa tertawa

wahai bulan..
kala sinarmu menciut
kau membuat perutku mengkerut
karena memang aku sedang sakit perut..

wahai bulan..
sudah berapa lamakah kau menjadi bulan.
aku sekarang lagi tanggung bulan
namun silih berganti datang penagih iuran
belom lagi penagih angsuran
membuatku seperti buronan...

poucingggggggggggggggggggg!!!!!!!!..tuing****tuingggg***tuinggg**tinggg!!!

Ibu

IBU..

Ibu..
Merupakan kata tersejuk nan mudah
Yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan "Ibuku" merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian
Manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa

Ibu adalah segalanya
Ibu adalah penegas kita dikala lara
Impian kita dalam rengsa
Rujukan kita di kala nista

Ibu adalah mata air cinta..
Hakikat kemuliaan..
Sumber kebahagiaan..
Dan toleransi segala

Siapa pun yang kehilangan ibu
Ia akan kehilangan sehelai jiwa suci
Yang senantiasa memberi merestu
Dan selalu memberkati

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu
Matahari sebagai ibu bumi
Yang menyusuinya melalui panasnya
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi
Sampai malam merebahkannya

Dalam lentera ombak..
Syahdu tembang beburungan dan sesungaian
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan
Bumi menumbuhkannya..
Menjaganya..
Dan membesarkannya

Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus
Memelihara bebuahan dan bebijian

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud
Penuh cinta dan kedamaian...



Klo ingin pulang klik diwah ini

Back at your home

Tuk Penya'ir

Penya'ir


Dia adalah rantai penghubung..
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum

Bagi hati lapar yang mencari..
Dia adalah seekor burung 'nightingale'
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan melodi keindahan

Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa
Mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan
Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya

Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa
Demi mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang

Ishtar, dewi cinta, meminyakinya dengan kasih sayang
Dan, nyanyian Apollo menjadi cahaya abadi
Dia adalah manusia yang selalu bersendirian
hidup serba sederhana dan berhati suci

Dia duduk di pangkuan alam
Mencari inspirasi ilham
Berjaga di keheningan malam
Menanti dgn sarana kalam

Dia adalah si tukang jahit
Yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya
Inilah penya'ir yang dipinggirkan oleh manusia pada zamannya
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkannya

Dunia pun mengucapkan selamat tinggal
Dan kembalilah ia pada Ilahi

Inilah penya'ir yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyum
Inilah penya'ir yang penuh semangat
Dan memenuhi cakrawala dengan kata-kata indah

Namun..
Manusia tetap menafikan kewujudan keindahan
Sampai bila manusia terus terlena
Sampai bila manusia menyanjung penguasa
Yang meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan

Sampai bila manusia mengabaikan
Yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa
Pada simbol cinta dan kedamaian
Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa
Orang yang sudah tiada perwujudan

Dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan
Yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
Tuk menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa

Wahai para penya'ir..
Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya

Wahai penya'ir..
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan kerana itu kerajaanmu adalah abadi

Wahai penya'ir..
Periksalah mahkota berdurimu..
Kau akan menemui kelembutan dibalik jambangan bunga-bungamu


Wahai sahabat~Q

Wahai..

Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan..
Diberi makan pada dada penurunan nilai
Yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani
Engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan
Dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir

Wahai askar..
Yang diperintah oleh hukum yang tidak adil
Oleh lelaki yang meninggalkan isterinya..
Meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil..
Meninggalkan sahabat-sahabatnya..
Dan memasuki gelanggang kematian
Demi kepentingan cita-cita yang mereka sebut 'keperluan'

Wahai penyair..
Yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya
Tak dikenali di antara mereka yang mengenalinya
Yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat
Dan dari tinggalan atas permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas

Wahai tawanan..
Yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil
Yang teraniaya oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan
Dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak
Melalui cara-cara yang keliru

Wahai wanita yang malang..
Yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan
Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu
Memperdayakan engkau..
Menanggung kemiskinanmu dengan emas
Ketika kau menyerah padanya dia meninggalkanmu
Kau serupa mangsa..
Yang gementar dalam cakar-cakar penurunan nilai
Dan keadaan yang menyedihkan

Wahai eman-temanku yang rendah hati..
Para martir bagi hukum buatan manusia.
Kau bersedih..
Dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat,
Dari ketidakadilan sang hakim..
Dari licik si kaya..
Dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya

Janganlah putus asa..
Kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini..
Dibalik persoalan..
Dibalik awan gemawan..
Dibalik bumi..
Dibalki semua hal ada suatu kekuatan..
Yang tak lain adalah seluruh kadilan..
Segenap kelembutan..
Semua kesopanan..
Segenap cinta kasih

Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan
Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu
Memasuki cahaya matahari..
Tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah

Engkau laksana pepohonan telanjang
Yang rendah kerana berat berbatang
Dan bersama salju musim dingin
Lalu musim bunga akan tiba menyelimuti
Dengan dedaunan hijau dan berair
Kebenaran akan mengoyak tabir airmata
Yang menyembunyikan senyuman

Saudaraku..
kuucapkan selamat datang padamu
Dan kuanggap hina para penindasmu.


renungan~

Dua Keinginan







Di keheningan malam, Sang Maut turun atas hadrat Tuhan menuju ke bumi. Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya. Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan Sang Lelap.
Ketika rembulan tersungkur di kaki langit, dan kota itu berubah warna menjadi hitam kepekatan, Sang Maut berjalan dengan langkah tenang di celah-celah kediaman - berhati-hati tidak menyentuh apa-apa pun - sehingga tiba di sebuah istana. Ia masuk melalui pagar besi berpaku tanpa sebarang halangan dan berdiri di sisi sebuah ranjang , dan tika ia menyentuh dahi si lena, lelaki itu membuka kelopak matanya dan memandang dengan penuh ketakutan.
Melihat bayangan Sang Maut di hadapannya, dia menjerit dengan suara ketakutan bercampur aduk kemarahan, "Pergilah kau dariku, mimpi yang mengerikan! Pergilah engkau makhluk jahat! Siapakah engkau ini? Dan bagaimana mungkin kau memasuki istana ini? Apa yang kau inginkan? Tinggalkan rumah ini dengan segera! Ingatlah, akulah tuan rumah ini. Nyahlah kau, kalau tidak, kupanggil para hamba suruhanku dan para pengawalku untuk mencincangmu menjadi kepingan!"
Kemudian Maut berkata dengan suara lembut, tapi sangat menakutkan, "Akulah kematian, berdiri dan tunduklah padaku."
Dan si lelaki itu menjawab, "Apa yang kau inginkan dariku sekarang, dan benda apa yang kau cari? Kenapa kau datang ketika urusanku belum selesai? Apa yang kau inginkan dari orang kaya berkuasa seperti aku? Pergilah sana, carilah orang-orang yang lemah, dan ambillah dia! Aku ngeri melihat taringtaringmu yang berdarah dan wajahmu yang bengis, dan mataku sakit menatap sayap-sayapmu yang menjijikkan dan tubuhmu yang meloyakan."
Namun selepas tersedar, dia menambah dengan ketakutan, "Tidak, tidak, Maut yang pengampun, jangan pedulikan apa yang telah kukatakan, kerana rasa takut membuat diriku mengucapkan kata-kata yang sesungguhnya terlarang. Maka ambillah longgokan emasku semahumu atau nyawa salah seorang dari hamba-hambaku, dan tinggalkanlah diriku... Aku masih mempunyai urusan kehidupan yang belum selesai dan berhutang emas dengan orang. Di atas laut aku memiliki kapal yang belum kembali ke pelabuhan, permintaanku..jangan ambil nyawaku... Ambillah olehmu barang yang kau inginkan dan tinggalkanlah daku. Aku punya perempuan simpanan yang luarbiasa cantiknya untuk kau pilih, Kematian. Dengarlah lagi : Aku punya seorang putera tunggal yang kusayangi, dialah sumber kegembiraan hidupku. Kutawarkan dia juga sebagai ganti, tapi nyawaku jangan kau cabut dan tinggalkan diriku sendirian."
Sang Maut itu mengeruh,"Engkau tidak kaya tapi orang miskin yang tak sedar diri." Kemudian Maut mengambil tangan orang hina itu, mencabut nyawanya, dan memberikannya kepada para malaikat di langit untuk menghukumnya.
Dan Maut berjalan perlahan di antara setinggan orang-orang miskin hingga ia mencapai rumah paling daif yang ia temukan. Ia masuk dan mendekati ranjang di mana tidur seorang pemuda dengan kelelapan yang damai. Maut menyentuh matanya, anak muda itu pun terjaga. Dan ketika melihat Sang Maut berdiri di sampingnya, ia berkata dengan suara penuh cinta dan harapan, "Aku di sini, wahai Sang Maut yang cantik. Sambutlah rohku, kerana kaulah harapan impianku. Peluklah diriku, kekasih jiwaku, kerana kau sangat penyayang dan tak kan meninggalkan diriku di sini. Kaulah utusan Ilahi, kaulah tangan kanan kebenaran. Bawalah daku pada Ilahi. Jangan tinggalkan daku di sini."
"Aku telah memanggil dan merayumu berulang kali, namun kau tak jua datang. Tapi kini kau telah mendengar suaraku, kerana itu jangan kecewakan cintaku dengan menjauhi diri. Peluklah rohku, Sang Maut yang dikasihi."
Kemudian Sang Maut meletakkan jari-jari lembutnya ke atas bibir yang bergetar itu, mencabut nyawanya, dan menaruh roh itu di bawah perlindungan sayap-sayapnya.
Ketika ia naik kembali ke langit, Maut menoleh ke belakang -- ke dunia - dan dalam bisikan amaran ia berkata, "Hanya mereka di dunia yang mencari Keabadianlah yang sampai ke Keabadian itu."













(Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)


puisi2

SYUKURKU




Setiap kedip mataku Ya Allah...
Aku bersyukur atas nikmat ini...
Banyak orang melihat.. tetapi buta...

Setiap tarikan napasku Ya Allah...
Aku bersyukur atas nikmat ini...
Banyak orang mencium.. tetapi tidak mampu membau...

Setiap suara yang kudengar Ya Allah...
Aku bersyukur atas nikmat ini....
Banyak orang mendengar.. tetapi tuli...

Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah...
Aku bersyukur atas nikmat ini...
Banyak orang merasa.. tetapi kebal...

Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah...
Aku bersyukur atas nikmat ini...
Banyak orang hidup... tetapi mati...

Akhirnya Ya Allah...
Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku...
Yang dapat membuatku buta.. bebal.. tuli dan mati...





























puisi1

Cahaya Aurat








Ribuan jilbab berwajah cinta
Membungkus rambut, tubuh sampai ujung kaki
Karena hakekat cahaya Ilahi
Ialah terbungkus di selubung rahasia
Siapa bisa menemukan cahaya?
Dialah suami, bukan asal manusia

Jika aurat dipamerkan dikoran dan dijalan
Niscaya Allah mengambil kembali cahaya
Tinggal paha mulus dan leher jenjang
Tinggal bentuk pinggul dan warna buah dada

Para lelaki yang melototkan mata
Hanya menemukan benda
Jika wanita bangga sebagai benda
Turun ke tingkat batu derajat kemakhlukannya
Jika lelaki terbius oleh kekayaan dunia
Lunturlah manusianya
























Syair Wahai insan

Wahai Insan


Wahai insan ingatlah kamu..
Hidup didunia tiada abadi..
Sebelum terlambat sadarlah diri..
Buatlah amal sebelum mati..

Ingatlah siksa api neraka..
Hawanya panas tiada terkira..
Janganlah engkau berbuat dosa..
Akhirat nanti engkau tersiksa..

Jalani hidup dengan ibadah
Semoga engkau masuk kesurga..

Ingatlah wahai insan…
Buatlah amalan..

Ingat dan waspada wahai manusia
Didalam hidup banyak godaan
Kuatkan iman dengan bertaqwa
Bahagia hidup sepanjang masa..



















Syair Sepohon kayu

Sepohon kayu



Hidup bagaikan sebatang pohon
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya

Kami bekerja sehari-hari
Dengan mengharap rizki ilahi
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya

Kami lakukan sembahyang fardu
Tak lupa juga sembahyang sunah
Supaya Allah menjadi sayang
Kami bekerja hatilah riang

Wajib sembahyang bagi muslimin
Lima waktu yg telah ditentukan
Janganlah jangan kita tinggalkan
Karena itu perintah tuhan

Didalam kubur kita sendiri
Tiada lagi yg menemani
Bila tak taat pada ilahi
Niscaya siksa menimpa diri..
























Sya'ir

Do’a seorang kekasih



Ditengah malam yg sunyi begini
Terlintas bayanganmu
Seutuhnya kuberikan cintaku
Melangkah disisimu

Kau bersujud ditengah malam sepi
Dan berdo’a untukku
Semoga kau takkan lupa ikrarmu
Tuhan merestui

Kuharap engakau mengerti
Ketulusan cintaku
Bersemilah cintaku cintamu
Untuk selamanya..

Biar sejuta goda mengganggu
Kutetap milikmu
Izinkan aku mendampinginya
Dunia dan akherat

Tuhan tolonglah
Aku dan dia
Tunjukan jalanmu

Jangan pisahkan
Aku dan dia
Dari tali kasih

Kugenggam jemarimu
Kuikut denganmu
Selamanya…



































playlist music

Buat yang ingin mendengarkan music mp3 dari multiply bisa juga menggunakan:
Winamp 5531
:D